Laman

Jumat, 26 September 2014

Pertemuan ke dua

Pertemuan kedua, membicarakan tentang konsep dasar pers dan jurnalistik. meliputi pengertian pers dan jurnalistik, baik secara bahasa, meupun secara istilah berdasarkan pendapat beberapa ahli dalam bidang jurnalistik.

untuk materi konsep dasar pers dan jurnalistik silahkan download dengan cara Clik di Sini
Peretemuan pertama dihadiri oleh 4 mahasiswa, 1 putra dan 3 putri. di Gedung perkuliahan ruang A.7. dalam pertemuan tersebut membahas kisi-kisi materi, sebagai acuan materi pada setiap pertemuan dalam satu semester. sekaligus membicarakan tentang 2 tugas mahasiswa, yakni:
1, tugas karya ilmiah, dengan tema salah satu materi perkuliahan yang di kumpulkan pada pertemuan ke 6. karya ilmiah tersebut dikumpulkan dalam bentuk soft copy dalam dikirim ke blok ini.
2. tugas memprofilkan Dosen Yudharta, satu mahasiswa satu dosen. tugas ini dikumpulkan pada pertemuan ke 13 dalam bentuk soft copy dikirim ke blok ini.

Adapun kisi-kisi materi, dan kontrak belajar, bisa di unduh dengan cara  Clik di sini

Rabu, 17 September 2014

Bahaya Virus HIV AIDS di sekitar kita



1. Latar Belakang
Penyebaran virus HIV AIDS merupakan bahaya latin bagi masyarakat Pasuruan, hal ini disebabkan proses penyebaran yang sangat mudah melalui berbagai cara, juga bagi ODHI dan ODHA yang memiliki resiko kematian yang tinggi
Penyakit HIV/AIDS adalah momok penyakit  yang mempunyai resiko kematian yang tinggi. HIV (Human Immunedeficiency Virus) merupakan jenis virus yang menyebabkan AIDS. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya sistem kekebalan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderita tidak mempunyai kekebalan terhadap berbagai penyakit.
Penyakit HIV/AIDS telah menyerang ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia diperkirakan epidemik HIV/AIDS mengalami peningkatan. Diperkirakan terdapat sekitar 12-19 juta orang yang terkena HIV dan 95.000-130.000 orang yang tertular HIV.
Pemerintah daearah pada tahun 2010 telah berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penularan virus HIV AIDS dengan berbagai cara. Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan Perda nomor 4 tahun 2010 tentang penanggulangan HIV AIDS. Diharapkan dengan dikeluarkan perda ini angka penyebaran virus HIV AIDS bisa ditekan, dan masyarakat sejak dini melakukan pencegahan terhadap diri sendiri dan keluarganya dari virus HIV AIDS.
Problemnya adalah dari sisi data yang diperoleh oleh lembaga komisi penanggulangan aids apa sudah cukup akurat, karena dilapangan menurut beberapa pengakuan para pelaku heterosexual tidak melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara inten dengan alasan tidak punya biaya yang cukup.
Selain data bagaimana penanganan para penderita aids ? apakah sudah mempertimbangkan kesetaraan genjer dan memperhatikan penghormatan terhadap harkat dan martabat pengidap sesuai dengan amanah perda nomor 4 tahun 2010.

2.  TUJUAN
1.      Sebagai media silaturahim dan dialog antara Sekolah Demokrasi, Stakeholder dan public Pasuruan berkenaan dengan masalah penanggulangan virus hiv aids.
2.      Sebagai media refleksi kritis dan sharing informasi berkenaan dengan masalah penanggulangan virus hiv aids.
3.      Sebagai media pemahaman bersama bahwa virus hiv aids merupakan persoalan yang secara reel ada disekitar kita, dengan harapan kepada semua pihak, baik pemerintah, swsata, lembaga pendidikan, dan LSM untuk peduli dan turut andil dalam penyelesaian masalah tersebut.

3.  PELAKSANAAN
1.        Hari/Tanggal : Rabu, 17 September 2014
2.        Jam                  : 07.30 09.00 WIB
3.        Tempat           : Radio Warna Pasuruan 93.6 FM


4.  NARASUMBER
1.        Konselor PIK Bina Asaka Kab. Pasuruan (Ikhwan Fitriyanto)
a.         Apa yang dimaksud dengan penyakit HIV/ AIDS?
b.         Bagaimana cara penularan penyakit HIV?
c.          Bagaimana gejala penderita yang terkena virus HIV/AIDS?
d.         Pemeriksaan laboratorium apa saja yang perlu dilakukan untuk mengetahui menderita HIV/AIDS?
e.         Apakah HIV/AIDS dapat diobati?
f.           Bagaimana cara kerja obat antiretroviral (ARV)?
g.         Bagaimana melakukan evaluasi pengobatan?
h.         Bagaiman pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS ini?
i.           Bagaimana penularan dari ibu ke anak dapat dicegah?

2.        Ketua komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kab Pasuruan.
1.          Hal apa saja yang dilakukan pemerintah dalam upaya pencegahan HIV/ AIDS di masyarakat ?
2.         Kerjasama dengan pihak mana saja dalam upaya pencegahan HIV/ AIDS di masyarakat ?

3.       Praktisi Sekolah Demokrasi (Nur Hadi)
1.      Meninjau kembali perda nomor 4 tahun 2010?
2.      Bagaimana efektifitas pelaksanaan perda nomor 4 tahun 2010 tentang penanggulangan virus hiv aids?


5.  PENUTUP

Demikian kerangka acuan talk show yang akan dilaksanakan semoga membawa manfaat kepada semua pihak terutama mampu menumbuhkan kesadaran kepada seluruh masyarakat Pasuruan untuk antisipasi diri dan keluarganya agar terbebas dari virus hiv aids.

Rabu, 10 September 2014

Candi Belahan Sepi Pengunjung

Pasuruan memiliki situs sejarah yang merupakan warisan dari Raja Airlangga berupa petirtaan, tempat tersebut oleh masyarakat diberi nama sumber tetek karena di petirtaan terdapat air sumber yang keluar dari kedua tetek (puting susu) patung Dewi Laksmi yang di tampung dalam kolam berukuran 4 X 6 meter yang berada di depan kedua patung tersebut.

Sayangnya tempat wisata yang sangat menarik dan bernilai sejarah ini sepi dari wisatawan, hal ini dikarenakan akses jalan menuju sumber tetek agak sulit dijangkau karena terjal, berkelok dan akses jalan yang mengalami kerusakan, sehingga wisatawan yang berkunjung setiap harinya bisa dihitung dengan jari.