1. Latar Belakang
Penyebaran virus HIV AIDS merupakan bahaya
latin bagi masyarakat Pasuruan, hal ini disebabkan proses penyebaran yang sangat
mudah melalui berbagai cara, juga bagi ODHI dan ODHA yang memiliki resiko
kematian yang tinggi
Penyakit HIV/AIDS adalah momok penyakit yang mempunyai resiko kematian yang tinggi.
HIV (Human Immunedeficiency Virus) merupakan jenis virus yang menyebabkan AIDS.
Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan tanda
dan gejala penyakit akibat hilangnya sistem kekebalan tubuh seseorang. Penyakit
ini menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderita tidak mempunyai kekebalan
terhadap berbagai penyakit.
Penyakit HIV/AIDS telah menyerang ke
berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia diperkirakan epidemik
HIV/AIDS mengalami peningkatan. Diperkirakan terdapat sekitar 12-19 juta orang
yang terkena HIV dan 95.000-130.000 orang yang tertular HIV.
Pemerintah daearah pada tahun 2010 telah
berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap penularan virus HIV AIDS dengan
berbagai cara. Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan Perda nomor 4 tahun
2010 tentang penanggulangan HIV AIDS. Diharapkan dengan dikeluarkan perda ini
angka penyebaran virus HIV AIDS bisa ditekan, dan masyarakat sejak dini
melakukan pencegahan terhadap diri sendiri dan keluarganya dari virus HIV AIDS.
Problemnya adalah dari sisi data yang
diperoleh oleh lembaga komisi penanggulangan aids apa sudah cukup akurat,
karena dilapangan menurut beberapa pengakuan para pelaku heterosexual tidak
melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan secara inten dengan alasan tidak punya
biaya yang cukup.
Selain data bagaimana penanganan para penderita aids ? apakah sudah
mempertimbangkan kesetaraan genjer dan memperhatikan penghormatan terhadap
harkat dan martabat pengidap sesuai dengan amanah perda nomor 4 tahun 2010.
2. TUJUAN
1. Sebagai media silaturahim dan dialog antara Sekolah Demokrasi, Stakeholder dan public Pasuruan
berkenaan dengan masalah penanggulangan
virus hiv aids.
2. Sebagai media refleksi kritis dan sharing informasi
berkenaan dengan masalah penanggulangan
virus hiv aids.
3. Sebagai media pemahaman bersama bahwa virus hiv aids
merupakan persoalan yang secara reel ada disekitar kita, dengan harapan kepada
semua pihak, baik pemerintah, swsata, lembaga pendidikan, dan LSM untuk peduli
dan turut andil dalam penyelesaian masalah tersebut.
3. PELAKSANAAN
1.
Hari/Tanggal : Rabu, 17 September 2014
2.
Jam : 07.30 – 09.00 WIB
3.
Tempat : Radio Warna Pasuruan 93.6 FM
4. NARASUMBER
1.
Konselor PIK Bina Asaka Kab. Pasuruan (Ikhwan Fitriyanto)
a.
Apa yang dimaksud dengan
penyakit HIV/ AIDS?
b.
Bagaimana cara penularan
penyakit HIV?
c.
Bagaimana
gejala penderita yang terkena virus HIV/AIDS?
d.
Pemeriksaan
laboratorium apa saja yang perlu dilakukan untuk mengetahui menderita HIV/AIDS?
e.
Apakah
HIV/AIDS dapat diobati?
f.
Bagaimana
cara kerja obat antiretroviral (ARV)?
g.
Bagaimana
melakukan evaluasi pengobatan?
h.
Bagaiman
pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS ini?
i.
Bagaimana
penularan dari ibu ke anak dapat dicegah?
2.
Ketua komisi Penanggulangan Aids (KPA)
Kab Pasuruan.
1.
Hal
apa saja yang dilakukan pemerintah dalam upaya pencegahan HIV/ AIDS di
masyarakat ?
2.
Kerjasama dengan pihak mana
saja dalam upaya pencegahan HIV/ AIDS di masyarakat ?
3.
Praktisi Sekolah Demokrasi (Nur Hadi)
1.
Meninjau kembali perda
nomor 4 tahun 2010?
2.
Bagaimana efektifitas pelaksanaan
perda nomor 4 tahun 2010 tentang penanggulangan virus hiv aids?
5. PENUTUP
Demikian kerangka acuan talk show yang
akan dilaksanakan semoga membawa manfaat kepada semua pihak terutama mampu
menumbuhkan kesadaran kepada seluruh masyarakat Pasuruan untuk antisipasi diri
dan keluarganya agar terbebas dari virus hiv aids.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar